Sejarah Singkat

Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo adalah bagian integral dari IAIN Sultan Amai Gorontalo sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam satu-satunya di Provinsi Gorontalo. Lahirnya IAIN Sultan Amai Gorontalo merupakan tuntutan masyarakat Islam dan pemerintah daerah Gorontalo. Secara historis-institusional, IAIN Sultan Amai Gorontalo tidak dapat dipisahkan dari Universitas Islam Indonesia (UII) cabang Yogyakarta dan Universitas Islam Gorontalo (UIG). Kedua universitas ini merupakan perguruan tinggi swasta pertama yang eksis di daerah Gorontalo. Tepatnya, 4 Januari 1969 M./8 Syawal 1388 H., H. Mukti Ali selaku Direktur Jenderal PTAI atas nama Menteri Agama RI menandatangani Surat Keputusan penetapan Fakultas Tarbiyah UIG Status Terdaftar dengan Keputusan Menteri Agama RI Nomor: 118Tahun 1969. Oleh karena izin pendirian Perguruan Tinggi Islam dituntut harus berada dibawah bimbingan perguruan tinggi Islam yang sudah mapan, maka ditunjuklah IAIN Alauddin Ujung Pandang sebagai pembina Fakultas Tarbiyah di Gorontalo. Atas dasar itu, maka Rapat Senat IAIN Sultan Amai Gorontalo pada Jum’at, 12 Desember 2008 M/14 Zul- Hijjah 1429 H menyetujui dan menetapkan 4 Januari 1969 sebagai tanggal/hari lahir IAIN Sultan Amai Gorontalo. Pada tahun 1970, terjadi pemisahan antara UIG dan UII seiring dengan perkembangan politik saat itu. UIG menempati SKOPMA yang sekarang menjadi gedung SMU Prasetya dan UII menempati gedung yang sekarang menjadi Mall Karsa Utama.
Pada tahun 1972, terjadi perubahan yakni kedua universitas tersebut diintegrasikandan berubah nama menjadi Universitas 23 Januari Gorontalo. Pada tahun itu juga (1972), sejumlah tokoh Islam dan tokoh masyarakat Gorontalo bersepakat untuk mengupayakan Fakultas Tarbiyah UIG diusulkan kepada Rektor IAIN Alauddin Ujung Pandang agar dijadikan Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Filial Gorontalo. Usul tersebut direspon dengan keluarnya Surat KeputusanRektor IAIN Alauddin Ujung Pandang Nomor: B-II/SK/68/1972 tanggal 3 Agustus 1972 yang berlaku tanggal 2 Januari 1972 tentang Pengukuhan Berdirinya Fakultas Tarbiyah menjadi Filial Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Ujung Pandang. Selanjutnya pada tahun 1984 bertambah dua fakultas, yaitu Fakultas Syari’ah dan Fakultas Ushuluddin IAIN Alauddin Ujung Pandang Filial Gorontalo, berdasarkan Surat Keputusan Rektor IAIN Alauddin Ujung Pandang Nomor: B- II/SK/1441/1984 tanggal 1 September 1984.
Seiring dengan semakin berkembangnya ketiga fakultas tersebut, maka Pemerintah Daerah dan Rektor IAIN Alauddin beserta Yayasan dan tokoh-tokoh masyarakat, baik dalam maupun luar daerah Gorontalo mengusahakan dan mengusulkan peningkatan status dari Filial menjadi IAIN berdiri sendiri.
Dalam perkembangannya kemudian, Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin di Gorontalo beralih status secara kelembagaan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Amai Gorontalo berdasarkan Keputusan Presiden RI. Nomor 11 tahun 1997 tanggal 21 Maret 1997.
Renstra Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo, 2019-2024 12
Seiring dengan perkembangannya, guna memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat, serta upaya keras dari sivitas akademika, STAIN Sultan Amai Gorontalo kemudian beralih status menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sultan Amai Gorontalo, berdasarkan Keputusan Presiden RI. Nomor 91 tanggal 18 Oktober 2004 M bertepatan dengan 10 Ramadhan 1425 H dan diperkuat dengan Keputusan Menteri Agama RI. Nomor 04 Tahun 2005 tentang Organisasi dan Tata Kerja IAIN Sultan Amai Gorontalo.
Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo dibuka berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor: Dj.I/1813/2011 tentang Izin Penyelenggaraan Pascasarjana Strata Dua (S2) pada Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri Tahun 2011. Berdasarkan izin operasional resmi dibuka Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo dengan Program Studi (Prodi) Magister Pendidikan Agama Islam (PAI). Setelah itu pada tahun 2015 dibuka Prodi S2 Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyyah) berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 3662 Tahun 2015 Tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Hukum Keluarga (Ahwal Syakhshiyyah) Pada Program Magister Institut Agama Islam Negeri SultanAmai Gorontalo Tahun 2015. Setelah itu pada tahun 2016 dibuka Prodi S2 Manajemen Pendidikan Islam berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 5401 Tahun 2016 Tentang Izin Penyelenggaraan Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Pada Program Magister IAIN Sultan Amai Gorontalo Tahun 2016. Pada tahun 2019, berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Nomor 655 Tentang pembukaan Program Studi Magister Ekonomi Syariah di Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo. Pascasarjana IAIN Sultan Amai Gorontalo akhir 2020 telah dilakukan assesmen online pembukaan Prodi Baru Magister Pendidikan Bahasa Arab dan lagi menunggu izin Penyelenggaraannya.